Sebagian siswa di NKPI memiliki minat belajar yang rendah, terutama terhadap materi teoretis. Latar belakang mereka menunjukkan beberapa faktor yang memengaruhi minat belajar, seperti kebiasaan belajar yang kurang terbentuk, keterbatasan dukungan belajar di rumah, atau pengalaman belajar sebelumnya yang kurang memotivasi. Beberapa dari mereka cenderung kurang fokus, mudah teralihkan, dan lebih senang dengan aktivitas fisik atau langsung terjun ke praktik tanpa melihat pentingnya pemahaman teori. Kondisi siswa ini membuat mereka lebih pasif ketika dihadapkan dengan pembelajaran berbasis teori. Sering kali mereka menganggap teori sebagai hal yang rumit atau membosankan dan merasa tidak sabar untuk segera mempraktikkan keterampilan di lapangan. Dalam beberapa kasus, kurangnya motivasi juga disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang relevansi materi teoretis dalam dunia kerja kelak. Bagi mereka, materi yang terlalu abstrak atau tanpa visual menarik sulit untuk dipahami dan diserap.
Sebagai guru NKPI di SMKN 4 Pangkalpinang, saya menghadapi tantangan ketika melihat banyak siswa kurang bersemangat terhadap materi teori di kelas. Mata pelajaran "Manajemen Kapal Perikanan," misalnya, penuh dengan konsep dasar yang sebenarnya penting namun dianggap membosankan bagi siswa. Akibatnya, banyak dari mereka cepat bosan dan terlihat tidak fokus, bahkan cenderung pasif saat pelajaran berlangsung.Pada awal tahun ajaran, saya menemukan bahwa banyak peserta didik merasa kesulitan dalam memahami teori dan cenderung kurang bersemangat di kelas, terutama untuk mata pelajaran berbasis teori seperti "Manajemen Kapal Perikanan." Dalam rangka menumbuhkan minat belajar, saya memutuskan menerapkan pembelajaran berbasis teknologi sejalan dengan kegiatan pembatik yang sedang saya jalani. Saya mengembangkan Multimedia Pembelajaran Interaktif bertajuk SIMARLIN (Sistem Manajemen Kapal Perikanan dan Penanganan Hasil Tangkap) yang saya kembangkan menggunakan Canva. saya memilih media ini karena fitur interaktifnya dapat membuat mereka lebih terlibat dan termotivasi. Selain itu, untuk pengayaan materi praktikum sehingga pembelajaran ini dapat diakses kapan pun oleh siswa.
SIMARLIN menghadirkan pengalaman pembelajaran interaktif yang dirancang untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran "Manajemen Kapal Perikanan." Dalam satu platform, siswa dapat mengakses materi yang disajikan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami, didukung oleh video pembelajaran untuk membantu mereka menangkap inti materi dengan lebih jelas. Selain itu, SIMARLIN menyertakan latihan soal, game, kuis, dan asesmen, yang membuat siswa lebih aktif berpartisipasi dan belajar secara mandiri. Platform ini juga terintegrasi dengan LKPD di Google Formulir, memudahkan siswa untuk mencatat poin penting, mengisi tugas, dan memperoleh umpan balik langsung.
Menariknya, SIMARLIN menyajikan observasi melalui video studi kasus yang di-embed dari YouTube, memungkinkan siswa untuk melihat contoh nyata dan memicu diskusi kritis di kelas. Dalam asesmen, platform ini memanfaatkan Quizizz untuk kuis interaktif, lengkap dengan leaderboard, dan penilaian langsung, sehingga siswa dapat mengukur kemajuan mereka sambil tetap terhibur. Dengan berbagai fitur ini, SIMARLIN menjadikan pembelajaran lebih dinamis, menyeluruh, dan terfokus pada minat siswa, mengubah pengalaman belajar teori menjadi lebih menarik dan relevan bagi kebutuhan lapangan mereka.
Setelah menerapkan SIMARLIN di kelas "Manajemen Kapal Perikanan," saya mulai melihat peningkatan minat belajar siswa yang signifikan. Sebelumnya, mereka cenderung pasif dan kurang fokus ketika dihadapkan pada materi teoretis. Namun, dengan SIMARLIN, mereka menjadi lebih antusias mengikuti pelajaran, terutama karena platform ini mengemas teori dalam bentuk yang menarik—dengan bahasa yang mudah dipahami, video pembelajaran, kuis interaktif, dan bahkan game edukatif. Dilihat dari hasil refleksi siswa menunjukkan bahwa SIMARLIN berhasil membuat materi "Manajemen Kapal Perikanan" lebih menarik dan mudah dipahami. Banyak siswa merasa bahwa fitur interaktif membuat mereka lebih fokus dan antusias mengikuti pelajaran. Elemen dalam kuis bahkan mendorong siswa yang biasanya pasif menjadi lebih aktif. SIMARLIN, melalui pendekatan interaktifnya, telah berhasil meningkatkan minat dan rasa percaya diri siswa dalam mempelajari teori.
Menghidupkan pembelajaran teori melalui media interaktif seperti SIMARLIN, siswa NKPI tidak lagi melihat materi teoretis sebagai hal yang membosankan, tetapi sebagai kesempatan untuk memahami konsep secara mendalam sebelum praktik di lapangan. Pendekatan ini tak hanya meningkatkan minat belajar, tetapi juga memperkuat pemahaman dasar siswa, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan praktis yang akan datang serta pada praktikum yang akan merek lakukan. Melalui pengalaman belajar yang menarik dan terintegrasi, kita membantu siswa melihat pentingnya teori sebagai fondasi kuat untuk keberhasilan praktik mereka di dunia kerja kelak.